aku memacu mobil yang kupinjam dari rental menuju stasiun Tugu Jogja, cukup lama aku menunggu
ternyata setelah aku cek dibagian informasi keretanya terlamabat sekitar 1jam. Kulihat tukang
koran lewat didepan tempat dudukku dan kupanggil untuk sebuah terbitan hari itu. Tidak lebih
dari setengah jam semua halaman habis kubaca judul artikelnya dan hanya sebagian yang menurutku
menarik kubaca sampai ke isinya. Dan untuk membuang kejenuhan kucoba mengisi TTS agar pikiranku
tidak kosong atau kemana-mana, saking konsentrasinya tak terasa bagian informasi megumumkan
bahwa kereta yang kutunggu hampir memasuki stasiun. Kertas print out yang bertuliskan nama tamu
yang bakal aku jemput segera kupersiapkan. Tidak sulit untuk menemukan aku yang berdiri pada
posisi jalan menuju pintu keluar, selamat pagi..suara itu berasal dari seorang pria muda yang
menggeret koper bersama perempuan muda cantik, saya adalah Edi Santoso dan ini istriku Sumarni,
anda temennya Pambudi kan ? Betul mas saya Dedie, bagaimana capek diperjalanan ? Ah enggak, kami
tadi tidur sepanjang perjalanan, langsung ke hotel ya..nanti kita ngobrol disana sambil sarapan.
Kamipun langsung menuju hotel X..yang telah kubooking untuk mereka,... Wah Jogja meski sudah ada matahari masih dingin sekali ya, begitu kalimat pembuka pembicaraan, kemudian dilanjutkan dengan route keliling Jogja. Kami menjadi akrab dan tidak canggung lagi
untuk ngobrol macam-macam. Sebenarnya aku dari pertemuan tadi pagi sangat mengagumi Marni yang
cantik..mulus..bodynya mendapat nilai 9 menurutku. Kadang aku tak sengaja melihat pahanya yang
putih dari balik celana pendeknya yang longgar, terus terang aku merasa dingin kakiku jika
melihatnya, deg degan dan takut ketahuan mas Edi. Seharian kami mutar-mutar dari Prambanan,
Parangtritis kemudian sore ke Malioboro dan balik ke hotel. Aku langsung pulang setelah
mengantarkan mereka tetapi sesampai dirumah kulihat di jog belakang tertinggal tas kecil Marni,
aku tidak berani membuka dan kutelpon mas Edi mengenai ini, itu harus kamu anter kesini Wo'..
soalnya ada hp Marni..,Oke tapi aku mandi dulu. Jam 20.10 wib aku ketuk pintu kamarnya, mas Edi
yang membukanya, dia memakai pakaian tidur yang barusan dibeli di Malioboro. Aku masuk dan
menyerahkan tas kecil itu, kemana mbak Marni Mas..? Itu lagi berendam di kamar mandi, Dik..ini
lho Legowo datang.., kamu tidak ada acara kan Ded ? Tidak mas, hanya besok pagi itu nganterin
kalian. Tiba-tiba dari belakangku Marni menepuk bahuku, wah sudah wangi mau kemana ? Aku kaget
ternyata Marni hanya mengenakan handuk yang hanya mampu menutupi dada hingga sedikit di bawah
kemaluannya, ah..enggak mbak enggak kemana-mana. Aku jadi salah tingkah apalagi saat dia duduk
dikursi rias agak jelas aku dapat melihat apa yang ada diantara kedua belah pahanya, gundukan
daging terbelah yang ditumbuhi rambut hitam. Edi tersenyum melihatku, Ded gimana istriku cantik
kan, aku sebenarnya dari tadi sudah tahu kalau kamu suka merhatiin paha istriku, sekarang kamu
boleh melihatnya disini..jangan ditempat umum.nggak bebaskan, katanya sambil menuju stop kontak
dibelakang pintu dan meja kecil dekat tempat tidur, ini lampu kunyalakan semua agar kamu bisa
melihat lebih jelas lagi. Aku jadi sangat keki terlebih lagi Marni malah dengan cuek melepas
handuknya untuk mengusap handbody keseluruh tubuhnya. Kini tubuh Marni tanpa sehelai benangpun
yang menempel, begitu mulus, putih, bersih tak ada tembong..payudaranya tidak gede tetapi sangat
indah cembung nampak kenyal tidak melorot dengan puting kecil merah jambu wah sempurna sekali..
pikirku pasti enak diisep. Ayo' kita main bertiga Ded pasti nikmat, jangan ragu-ragu kita ingin mencoba mewujudkan fantasi kami, santai ajalah tak ada yang bakal mengganggu atau protes,..kita
juga bisa jaga rahasia ini kok,..kami suka kamu suka let's get it on bed, okey..dan kamu boleh menikmati dengan gaya semaumu dan sepuas-puasnya. Sambil berkata itu mas Edi membuka pakaian tidur yang ternyata dia tidak mengenakan pakaian dalam. Marni diraihnya dan diajak duduk di tempat tidur dengan posisi mas Edi duduk bersandar dibagian atas bad dan Marni bersandar didada
mas Edi, dengan begitu mereka saling mengelus dan mempermainkan kelamin lawannya. Marni mengelus-
elus kontol mas Edi dari ujung helm menuju pangkal yang berjembut lebat sampai ke salak berbiji
dua, sedang mas Edi mengelus dan mempermainkan memek, dia menusuk-nusukkan jari tengahnya kedalam
memek terkadang memutar klitorisnya dengan ibujari dan telunjuk. Sewaktu mas Edi menyibakkan
jembut dan membuka memek Marni yang sedang ngangkang lebar dengan kedua telapak tangan dia
berkata, lihatlah memek ini lebih dekat Ded kamu akan tahu betapa indahnya warna + bentuk lobang
kenikmatan ini, iya Ded mendekatlah aku sudah tidak tahan tolong....please....Marni merengek !
Sebagai laki-laki normal aku tak kuasa menahan diri, tak usah menjawab langsung kutuju selakangan
Marni dan ternyata sudah ada air putih bening didalam liku-liku memek merah jambu itu, harum..
khas bau memek membuatku segera ingin menyedot cairan itu. Meskipun tidak banyak itu sudah cukup
membasahi mulut, hidungku dan sekitarnya yang aku gosok-gosokkan pada memeknya, terus Ded..ayo..
isep itilku.., aku jadi lebih semangat lagi dan berlama-lama diarea itu mendapat perintah Marni,
kuisep, kujilat dan kadang-kadang kumasukkan lidahku dan kugelitik bagian dalam memeknya, 15menit
kemudian kakinya mengeras, telapak kaki mengacung menjadi seperti jinjit, pasti ini pertanda akan
mencapai klimaks. Aku dengan cepat menghentikan permainanku, tampaknya Marni marah gemas mencubit
aku, agak sakit sih tapi tak apa-apa karena kenikmatan yang diberikan jauh lebih menyenangkan,
ada apa sih... kamu keterlaluan..!! nadanya kelihatan kecewa. Aku turun dari tempat tidur untuk
melepas seluruh pakaian yang dari tadi belum sempat kulepas, kini aku telanjang bulat dan kami
bertiga telanjang bulat. Aku melangkah duduk disamping kiri Marni dan kini Marni berada ditengah-
tengah aku dan mas Edi, maaf ya..aku tak bermaksud membuatmu marah aku ingin kamu tidak kehabisan
cairan, begitu alasanku, yang sebenarnya aku juga menahan konak saat melahap memek Marni. Setelah
itu aku dan mas Edi menciumi pipi Marni dari kanan dan kiri, kemudian bergantian melumat bibir
Marni yang mungil, turun kebawah kami mengisep puting payudaranya masing-masing mendapat satu
bagian bagai dua anak yang sedang menyusu ibunya, jari-jari tangan kiriku dan tangan kanan mas
Edi berebutan mempermainkan memek Marni, sesekali jari tengah kami berdua masuk bareng kedalam
memek mengaduk aduk yang ada didalamnya yang terasa banyak cairan. Ouch..nikmat..kalian sungguh
membuatku melayang..teruskan..kata Marni sambil mengocok dan meremas kontol kami dengan tangan
kanan dan kirinya. Mas Edi.. kamu sangat beruntung punya istri Marni, cakep, putih mulus,body
bagus, memeknya uenack..toketnya kenyal..kataku sambil terengah-engah. BASI..diajak ginian siapa
orangnya yang nggak bakal muji abis-abisan..,bener..aku nggak bohong mas aku jarang melihat cewek
seperti Marni, sahutku. Aku ingin dimasukin mas..sekarang..,mendengar itu mas Edi langsung
menancapkan kontolnya dari belakang pantat kearah memek, dan bless..langsung masuk tanpa hambatan
karena ukuran kontol mas Edi standar seperti punyaku disamping itu dikarenakan juga banyaknya
cairan yang ada dalam memek Marni. Tidak butuh perjuangan kontol mas Edi dengan lancar keluar
masuk dimemek Marni, ouch..mas ouneak..sst..tahan ya mas, aku ingin begini terus..,banyak suara
yang keluar dari mulut Marni dan kadang-kadang terdengar cleb..plug..pliip..begitu berulang-ulang
yang bersumber dari pangkal paha Marni dan mas Edi. Aku menggeser badanku berbaring dengan posisi
kontolku persis dimuka Marni dan kepalaku tepat didepan memek Marni, aku melihat dan mendengar
dengan jelas bagaimana kontol mas Edi keluar masuk berlumuran cairan di memek Marni, aku sangat
terkesan melihat adegan itu dan membayangkan gimanaya rasanya jika kontolku yang berada disitu,
hai Ded ingin kontolmu masuk kesitu..? tanya mas Edi, entar ya gantian..jangan diem aja mainin
dong tanganmu..,dan secara reflek tanganku menuju memek Marni, kusibakkan jembut hitamnya yang
basah kekanan-kekiri dengan pelan-pelan penuh penghayatan, perasaan dan kesabaran seirama dengan
gerakan in/out, setelah jembut terbelah rapi tersembulah daging kecil merah jambu..waoow menarik
sekali...kuraih dan kuplintir-plintir, kadang kutarik. Ded..jangan keras-keras ssaa..ouch teruss.
yeach, terus Ded..protes Marni yang tidak sempurna, karena mulutnya segera dipenuhi kontolku dan
sibuk melumatnya. 25 menit berlalu terasa irama gerakan kocokan semakin meningkat, Maar ayoo..
barengan..aku hampiir..aouggh.., heegch..emh..jawab Marni yang tidak bisa jelas menjawab dengan
kontolku yang masih ada dimulutnya. Dua menit kemudian kaki Marni mengejang dan pantatnya
disodokkan kebelakang dengan kuat sehingga kontol mas Edi melesak masuk seluruhnya menyentuh
mulut rahim..dan ouchg ..mas aku duluuan..sambil menjepit kuat-kuat kontol mas Edi kemudian
ditarik kedepan dan mulutnya menggigit kontolku lumayan terasa sakitnya. Katanya mau bareng,kok
malah duluan, sentil mas Edi ke Marni, ya sudah aku bareng Dedie aja tapi dimulutmu ya.., Marni
hanya mengerdipkan mata mengiyakan. Begitu mas Edi mencabut kontolnya aku langsung memburu memek
Marni yang basah kuyub, ku sapu semua lendirnya dengan lidahku dan kusedot yang masih didalam,
auoch..pekik Marni kegelian dengan ulah lidahku dalam kemaluannya. Gila..rakus banget kamu Ded
kata mas Edi.., aku nggak rakus mas,.tetapi memanfaatkan moment, seumur hidup baru kali ini dapat
bermain bertiga dan nemuin memek yang begitu indah mulus, harum dan gurih, ah sudah jangan ngibul
ayo selesaikan ronde pertama ini, lihat istriku sudah tidak sabar menanti sperma kita, kata mas
Edi sambil mengacungkan kontolnya mendekati mulut Marni. Akupun bangkit dan ikut berdiri dengan
lutut berhadapan dengan mas Edi, sedangkan Marni berada ditengah dengan kepala diganjal bantal
agar bisa mengisep kontol kami berdua tanpa kesulitan. Tidak usah diberi komando Marni langsung
melahap kontol kami secara bergantian, wah sama gedenya.., punya papa putih, lurus tidak terlalu
keras, sedang ponya Dedie besar kepalanya coklat, keras dan bengkok kekanan..tapi aku ingin
menguji mana yang bisa tahan lebih lama kuisep barengan.., Okey..jawab kami bareng seraya toast
bertepuk tangan tanda permainan siap dimulai. Marni masih terus mengulum dua kontol dihadapannya
dibimbing keluar masuk dua-duanya kemulut dan diisepnya kuat-kuat sambil dikocok pangkal kontol
dengan pelan kemudian semakin cepat..emhm..emhm..ciapck..ciapck..Marni sangat menikmatinya bagai
anak kecil ngisep permen dan tak mau melepaskannya sebelum habis. Baru 8 menit, Ough..mas aku
kelihatannya duluan..kutarik kontolku dan kukocok sendiri secepatnya..sini Ded jangan dibuang,
kata Marni sambil membuka mulutnya lebar-lebar.., iya Mar..abisin nih..langsung kutancapkan
kontolku di mulutnya dan crot-crot..maniku sebagian besar masuk ketenggorokanya, hanya sedikit
yang ada diluar mulutnya, lalu kuusap-usapkan ke seluruh wajah. Disamping Marni mas Edi kelihatan
sedang mempercepat kocokannya bergerak menuju mulut Marni, tetapi belum sampai..aduh Mar aku
keluar nich..croot.. maninya bertebaran dimulut dan wajah Marni, kontol mas Edi ditarik kemulut
rupanya dia tidak mau kehilangan seluruh mani mas Edi. Aku membantu mengusap mani yang bertebaran
dimuka menuju mulut Marni..enak Mar,tanyaku.., amis, lengket, tapi gurih, katanya sih banyak
vitamin alaminya..mau coba..?
Kami istirahat tiduran setelah minum minuman pemulih stamina, Marni berada ditengah-tengah, aku
dan mas Edi menciumi pipi+toket, mengelus-elus tubuh, jembut dan memeknya, dan membelai rambutnya
dengan kesabaran dan kemesraan. Marni tampak tersenyum bahagia mendapat perlakuan seperti ini
sementara tangannya juga dengan lembut membelai-belai kontol kami, aduh mas.. kalau tahu enaknya
bermain bertiga seperti ini aku ingin Dedie tinggal bersama kita,..kan bisa main tiap hari.!!
Enak aja.., kalau anak kita tahu bagaimana, mendingan kalau kita lagi ingin, kan bisa datang
kesini ajak Dedie atau Dedie suruh datang ke Jakarta, kamu mau kan Ded ? tanya mas Edi. Wah bagai
mana aku bisa menolak, aku sangat setuju dan pasti aku mau., jawabku. 10 menit kemudian Marni
bangkit dan memandang kami, siapa duluan nich...? Dedie aja, aku kan udah tadi, kata mas Edi.
Langsung saja Marni melangkah ngangkang di pangkuanku dengan posisi memek tepat diujung kontolku,
kuperhatikan memeknya masih basah ada cairannya dan kontolku dipegangnya dituntun menuju belahan
dipangkal kedua kakinya dan pelan-pelan aku merasakan kontolku masuk kesuatu gua lembab, hangat..
ouugh...nikmaaat sekali memekmu Maar.., pelan-pelan duluu dong biar kontolku bisa menyesuaikan
dengan memekmu, aku takut cepat keluar, pintaku. Marnipun mau mengerti keadaan ini dan memperlam-
bat gerakan naik turunnya, sehingga aku bisa mengatur nafas dan konsentrasi kekontolku agar bisa
menahan ejakulasi. Oke Ded..akupun nggak ingin cepat selesai, kalau bisa semalaman, iya kan mas..
kata Marni sambil meraih kontol mas Edi yang sudah berada didepan mulutnya..ehm. Yap..ayo Mar..
enyot..terus..lebih kuat lagi Maar.., gimana Ded memek istriku nikmat kan. Pertanyaan itu tak
kujawab karena aku lupa diri merasakan memek Marni yang memang begitu nikmat hingga beberapa saat
kemudian mas Edi mencopot kontolnya dari mulut Marni. Mas Edi bergerak menuju belakang dan Marni
menelungkup melumat mulutku..ahh..aahh hebat bener Marni mempermainkan lidah dan bibirku, kadang-
kadang dia mencium dan menjilati telingaku membuat aku merinding geli dan nikmat, kedua toketnya
yang menggantung di atas dadaku kutarik-tarik nipplenya, ough..terus Ded begitu eunack, kata dia
Kulihat mas Edi dibelakang ternyata sibuk menepuk-nepuk pantat Marni dan menjilati lobang anus yang
ada ditengah-tengah pantat itu, saat lobang itu dijilat aku merasakan memek Marni mengempot-empot
kontolku sambil menjerit aahh..aahh nikmat mas..lagii..jilat.. dan mas Edipun begitu nafsunya
menjilat lobang itu tanpa rasa risih. Selanjutnya mas Edi berdiri dengan kedua lututnya membidik
lobang anus dengan kontolnya yang terlebih dibasahi dengan liurnya, saat kontol menempel dimulut
anus..kamu siap Maar..? Belum Marni sempat menjawabnya mas Edi sudah mendorong kontolnya hingga
masuk separo..auugh, pelan-pelan..mas.., jerit Marni agak kesakitan, aku pikir anus Marni
masih sempit belum terbiasa dimasukin. Mas Edi terus mengocok anus Marni sedikit demi sedikit,
hingga seluruh batang kontolnya bisa lancar keluar masuk. Kurasakan sodokan kontol mas Edi sampai
dalam memek Marni dan membuat empot-empotnya semakin kuat. Ouugh.. nikmat..mas aku sampai susah
mengambil nafas mas..terus..pelan aja..jangan cepet keluar mas..Deeeed..ouugh..niikmatt, begi
tu kata-kata Marni yang bisa keluar. Hingga dalam waktu yang agak lama kemudian mas Edi sambil
tersenyum tanya padaku, gimana capek enggak memangku istriku, ganti posisi ya.. Mas Edi mencopot
kontolnya kemudian terlentang disampingku, Ayo Mar..gantian tak pangku.. Marnipun mencopot memek
dari kontolku kemudian melangkah ngangkang membelakangi mas Edi dan dengan cepat kontol mas Edi
dimasukkan ke memeknya, ough..aahh..ouugh..Marni bergerak naik turun sepertinya kontol mas Edi
adalah peer yang empuk. Sesaat kemudian Marni merebahkan tubuhnya kedada mas Edi, aku hanya meli-
hat kontol dan memek yang keluar masuk, tapi aku sangat terkesan dengan pemandangan ini, memek
Marni yang berjembut hitam lebat menyembulkan itil merah jambu yang cukup besar akibat terdorong
kontol. Ded kamu mau njilatin itilku kan..ayo..tolong Ded..please.. rintih Marni. Iya Ded..aku
ingin kamu ngeyot itil istriku..please..tambah mas Edi. Aku ragu-ragu melakukannya, aku mende-
kati selakangan mereka dan ketika Marni mengangkat kakinya keatas, ngangkang lebar-lebar aku sema
kin ingin mendekatinya, akhirnya mulutku sampai juga ke itil Marni. Kusedot, kugelitik dan kuji-
lati itilnya sehingga Marni menggelinjang-linjang, kepalanya berputar tak tentu arah karena geli
nikmat. Tak lama aku merasa geli juga karena didalam memek yang itilnya aku jilat terdapat kontol
mas Edi. Akhirnya mas Edi memutuskan menyuruhku untuk mengambil posisi ngangkang berdiri dengan
kedua lutut melangkah di atas kedua kaki mas Edi yang selonjor, aku disuruh mendorong kedua kaki
Marni keatas dan mengarahkan kontolku ke memek yang masih terisi kontol itu. Gila kamu mas.. apa
istrimu nanti tidak kesakitan..? tanyaku agak bingung. Santai aja..elastis kok memek istriku, buktinya bayi yang diameter lebih dari 10cm bisa lewat sini...!
kami juga baru kali ini akan melakukannya iya kan ma..,kata mas Edi yang dijawab anggukan Marni
ragu-ragu. Kumasukkan batang kontolku dikit demi sedikit, pelan-pelaan..kutarik..kudorong..begitu
berulang-ulang hingga menjadi lancar kedua kontol kami mengobok-obok. yes..ternyata nikmat banget
kamu sakit enggaak Mar..? Yeah..nikmat Ded..memekku terasa penuh sesak..gesekanmu lebih terasa sekali..
gimana kamu mas..? Ouugh..ternyata nikmat sekali..jangan keburu ya..santai..nikmati teruuss..!
Posisi itu kami lakukan dalam waktu yang cukup lama, sebab jika akan keluar kami berhenti
istirahat dengan posisi kontol masih menancap. Dan sampai suatu saat yang sudah tak bisa ditahan
lagi aku merasa akan konak bareng dengan mas Edi, gimana Mar..aku mau keluar..? Masukkan aja
semua aku kan sedang aman, lagian aku sangat ingin dalam memekku mendapat semprotan dua kontol
sekaligus, jawab Marni dan ..ouugh..Maarr..sekaarang..croot..semburan mani hangat kami masuk di
memek, Marni menjerit menahan sodokan batang kontol kami yang melesak sampai kepangkalnya.
Akhirnya kami terkulai lemas disamping kanan kiri, kutahu Marni masih sempat menadah mani dengan
tangan dari memeknya untuk dimasukkan ke mulut dan diusap-usapkan dibibir dan hidungnya..haruum..
segaar..desisnya.
Tak terasa kami tertidur dan saat aku terbangun kurasakan kontolku sudah dilahap Marni sambil
mengocok mas Edi. Kami melakukannya lagi sampai pagi, dan siangnya aku mengantar mereka keliling
Jogja. Hanya sampai disitu pengalaman sex ku yang terjadi 3 Juli 2005 dengan mereka, karena mereka
malam harinya harus pulang ke Jakarta. Entah kenapa mereka sampai saat ini tidak pernah
menghubungiku, sedangkan aku sering berhayal bisa melakukannya lagi, tapi aku malu menghubunginya
meskipun aku punya no. hpnya, sebab aku hanya berani diajak bukannya mengajak.
ternyata setelah aku cek dibagian informasi keretanya terlamabat sekitar 1jam. Kulihat tukang
koran lewat didepan tempat dudukku dan kupanggil untuk sebuah terbitan hari itu. Tidak lebih
dari setengah jam semua halaman habis kubaca judul artikelnya dan hanya sebagian yang menurutku
menarik kubaca sampai ke isinya. Dan untuk membuang kejenuhan kucoba mengisi TTS agar pikiranku
tidak kosong atau kemana-mana, saking konsentrasinya tak terasa bagian informasi megumumkan
bahwa kereta yang kutunggu hampir memasuki stasiun. Kertas print out yang bertuliskan nama tamu
yang bakal aku jemput segera kupersiapkan. Tidak sulit untuk menemukan aku yang berdiri pada
posisi jalan menuju pintu keluar, selamat pagi..suara itu berasal dari seorang pria muda yang
menggeret koper bersama perempuan muda cantik, saya adalah Edi Santoso dan ini istriku Sumarni,
anda temennya Pambudi kan ? Betul mas saya Dedie, bagaimana capek diperjalanan ? Ah enggak, kami
tadi tidur sepanjang perjalanan, langsung ke hotel ya..nanti kita ngobrol disana sambil sarapan.
Kamipun langsung menuju hotel X..yang telah kubooking untuk mereka,... Wah Jogja meski sudah ada matahari masih dingin sekali ya, begitu kalimat pembuka pembicaraan, kemudian dilanjutkan dengan route keliling Jogja. Kami menjadi akrab dan tidak canggung lagi
untuk ngobrol macam-macam. Sebenarnya aku dari pertemuan tadi pagi sangat mengagumi Marni yang
cantik..mulus..bodynya mendapat nilai 9 menurutku. Kadang aku tak sengaja melihat pahanya yang
putih dari balik celana pendeknya yang longgar, terus terang aku merasa dingin kakiku jika
melihatnya, deg degan dan takut ketahuan mas Edi. Seharian kami mutar-mutar dari Prambanan,
Parangtritis kemudian sore ke Malioboro dan balik ke hotel. Aku langsung pulang setelah
mengantarkan mereka tetapi sesampai dirumah kulihat di jog belakang tertinggal tas kecil Marni,
aku tidak berani membuka dan kutelpon mas Edi mengenai ini, itu harus kamu anter kesini Wo'..
soalnya ada hp Marni..,Oke tapi aku mandi dulu. Jam 20.10 wib aku ketuk pintu kamarnya, mas Edi
yang membukanya, dia memakai pakaian tidur yang barusan dibeli di Malioboro. Aku masuk dan
menyerahkan tas kecil itu, kemana mbak Marni Mas..? Itu lagi berendam di kamar mandi, Dik..ini
lho Legowo datang.., kamu tidak ada acara kan Ded ? Tidak mas, hanya besok pagi itu nganterin
kalian. Tiba-tiba dari belakangku Marni menepuk bahuku, wah sudah wangi mau kemana ? Aku kaget
ternyata Marni hanya mengenakan handuk yang hanya mampu menutupi dada hingga sedikit di bawah
kemaluannya, ah..enggak mbak enggak kemana-mana. Aku jadi salah tingkah apalagi saat dia duduk
dikursi rias agak jelas aku dapat melihat apa yang ada diantara kedua belah pahanya, gundukan
daging terbelah yang ditumbuhi rambut hitam. Edi tersenyum melihatku, Ded gimana istriku cantik
kan, aku sebenarnya dari tadi sudah tahu kalau kamu suka merhatiin paha istriku, sekarang kamu
boleh melihatnya disini..jangan ditempat umum.nggak bebaskan, katanya sambil menuju stop kontak
dibelakang pintu dan meja kecil dekat tempat tidur, ini lampu kunyalakan semua agar kamu bisa
melihat lebih jelas lagi. Aku jadi sangat keki terlebih lagi Marni malah dengan cuek melepas
handuknya untuk mengusap handbody keseluruh tubuhnya. Kini tubuh Marni tanpa sehelai benangpun
yang menempel, begitu mulus, putih, bersih tak ada tembong..payudaranya tidak gede tetapi sangat
indah cembung nampak kenyal tidak melorot dengan puting kecil merah jambu wah sempurna sekali..
pikirku pasti enak diisep. Ayo' kita main bertiga Ded pasti nikmat, jangan ragu-ragu kita ingin mencoba mewujudkan fantasi kami, santai ajalah tak ada yang bakal mengganggu atau protes,..kita
juga bisa jaga rahasia ini kok,..kami suka kamu suka let's get it on bed, okey..dan kamu boleh menikmati dengan gaya semaumu dan sepuas-puasnya. Sambil berkata itu mas Edi membuka pakaian tidur yang ternyata dia tidak mengenakan pakaian dalam. Marni diraihnya dan diajak duduk di tempat tidur dengan posisi mas Edi duduk bersandar dibagian atas bad dan Marni bersandar didada
mas Edi, dengan begitu mereka saling mengelus dan mempermainkan kelamin lawannya. Marni mengelus-
elus kontol mas Edi dari ujung helm menuju pangkal yang berjembut lebat sampai ke salak berbiji
dua, sedang mas Edi mengelus dan mempermainkan memek, dia menusuk-nusukkan jari tengahnya kedalam
memek terkadang memutar klitorisnya dengan ibujari dan telunjuk. Sewaktu mas Edi menyibakkan
jembut dan membuka memek Marni yang sedang ngangkang lebar dengan kedua telapak tangan dia
berkata, lihatlah memek ini lebih dekat Ded kamu akan tahu betapa indahnya warna + bentuk lobang
kenikmatan ini, iya Ded mendekatlah aku sudah tidak tahan tolong....please....Marni merengek !
Sebagai laki-laki normal aku tak kuasa menahan diri, tak usah menjawab langsung kutuju selakangan
Marni dan ternyata sudah ada air putih bening didalam liku-liku memek merah jambu itu, harum..
khas bau memek membuatku segera ingin menyedot cairan itu. Meskipun tidak banyak itu sudah cukup
membasahi mulut, hidungku dan sekitarnya yang aku gosok-gosokkan pada memeknya, terus Ded..ayo..
isep itilku.., aku jadi lebih semangat lagi dan berlama-lama diarea itu mendapat perintah Marni,
kuisep, kujilat dan kadang-kadang kumasukkan lidahku dan kugelitik bagian dalam memeknya, 15menit
kemudian kakinya mengeras, telapak kaki mengacung menjadi seperti jinjit, pasti ini pertanda akan
mencapai klimaks. Aku dengan cepat menghentikan permainanku, tampaknya Marni marah gemas mencubit
aku, agak sakit sih tapi tak apa-apa karena kenikmatan yang diberikan jauh lebih menyenangkan,
ada apa sih... kamu keterlaluan..!! nadanya kelihatan kecewa. Aku turun dari tempat tidur untuk
melepas seluruh pakaian yang dari tadi belum sempat kulepas, kini aku telanjang bulat dan kami
bertiga telanjang bulat. Aku melangkah duduk disamping kiri Marni dan kini Marni berada ditengah-
tengah aku dan mas Edi, maaf ya..aku tak bermaksud membuatmu marah aku ingin kamu tidak kehabisan
cairan, begitu alasanku, yang sebenarnya aku juga menahan konak saat melahap memek Marni. Setelah
itu aku dan mas Edi menciumi pipi Marni dari kanan dan kiri, kemudian bergantian melumat bibir
Marni yang mungil, turun kebawah kami mengisep puting payudaranya masing-masing mendapat satu
bagian bagai dua anak yang sedang menyusu ibunya, jari-jari tangan kiriku dan tangan kanan mas
Edi berebutan mempermainkan memek Marni, sesekali jari tengah kami berdua masuk bareng kedalam
memek mengaduk aduk yang ada didalamnya yang terasa banyak cairan. Ouch..nikmat..kalian sungguh
membuatku melayang..teruskan..kata Marni sambil mengocok dan meremas kontol kami dengan tangan
kanan dan kirinya. Mas Edi.. kamu sangat beruntung punya istri Marni, cakep, putih mulus,body
bagus, memeknya uenack..toketnya kenyal..kataku sambil terengah-engah. BASI..diajak ginian siapa
orangnya yang nggak bakal muji abis-abisan..,bener..aku nggak bohong mas aku jarang melihat cewek
seperti Marni, sahutku. Aku ingin dimasukin mas..sekarang..,mendengar itu mas Edi langsung
menancapkan kontolnya dari belakang pantat kearah memek, dan bless..langsung masuk tanpa hambatan
karena ukuran kontol mas Edi standar seperti punyaku disamping itu dikarenakan juga banyaknya
cairan yang ada dalam memek Marni. Tidak butuh perjuangan kontol mas Edi dengan lancar keluar
masuk dimemek Marni, ouch..mas ouneak..sst..tahan ya mas, aku ingin begini terus..,banyak suara
yang keluar dari mulut Marni dan kadang-kadang terdengar cleb..plug..pliip..begitu berulang-ulang
yang bersumber dari pangkal paha Marni dan mas Edi. Aku menggeser badanku berbaring dengan posisi
kontolku persis dimuka Marni dan kepalaku tepat didepan memek Marni, aku melihat dan mendengar
dengan jelas bagaimana kontol mas Edi keluar masuk berlumuran cairan di memek Marni, aku sangat
terkesan melihat adegan itu dan membayangkan gimanaya rasanya jika kontolku yang berada disitu,
hai Ded ingin kontolmu masuk kesitu..? tanya mas Edi, entar ya gantian..jangan diem aja mainin
dong tanganmu..,dan secara reflek tanganku menuju memek Marni, kusibakkan jembut hitamnya yang
basah kekanan-kekiri dengan pelan-pelan penuh penghayatan, perasaan dan kesabaran seirama dengan
gerakan in/out, setelah jembut terbelah rapi tersembulah daging kecil merah jambu..waoow menarik
sekali...kuraih dan kuplintir-plintir, kadang kutarik. Ded..jangan keras-keras ssaa..ouch teruss.
yeach, terus Ded..protes Marni yang tidak sempurna, karena mulutnya segera dipenuhi kontolku dan
sibuk melumatnya. 25 menit berlalu terasa irama gerakan kocokan semakin meningkat, Maar ayoo..
barengan..aku hampiir..aouggh.., heegch..emh..jawab Marni yang tidak bisa jelas menjawab dengan
kontolku yang masih ada dimulutnya. Dua menit kemudian kaki Marni mengejang dan pantatnya
disodokkan kebelakang dengan kuat sehingga kontol mas Edi melesak masuk seluruhnya menyentuh
mulut rahim..dan ouchg ..mas aku duluuan..sambil menjepit kuat-kuat kontol mas Edi kemudian
ditarik kedepan dan mulutnya menggigit kontolku lumayan terasa sakitnya. Katanya mau bareng,kok
malah duluan, sentil mas Edi ke Marni, ya sudah aku bareng Dedie aja tapi dimulutmu ya.., Marni
hanya mengerdipkan mata mengiyakan. Begitu mas Edi mencabut kontolnya aku langsung memburu memek
Marni yang basah kuyub, ku sapu semua lendirnya dengan lidahku dan kusedot yang masih didalam,
auoch..pekik Marni kegelian dengan ulah lidahku dalam kemaluannya. Gila..rakus banget kamu Ded
kata mas Edi.., aku nggak rakus mas,.tetapi memanfaatkan moment, seumur hidup baru kali ini dapat
bermain bertiga dan nemuin memek yang begitu indah mulus, harum dan gurih, ah sudah jangan ngibul
ayo selesaikan ronde pertama ini, lihat istriku sudah tidak sabar menanti sperma kita, kata mas
Edi sambil mengacungkan kontolnya mendekati mulut Marni. Akupun bangkit dan ikut berdiri dengan
lutut berhadapan dengan mas Edi, sedangkan Marni berada ditengah dengan kepala diganjal bantal
agar bisa mengisep kontol kami berdua tanpa kesulitan. Tidak usah diberi komando Marni langsung
melahap kontol kami secara bergantian, wah sama gedenya.., punya papa putih, lurus tidak terlalu
keras, sedang ponya Dedie besar kepalanya coklat, keras dan bengkok kekanan..tapi aku ingin
menguji mana yang bisa tahan lebih lama kuisep barengan.., Okey..jawab kami bareng seraya toast
bertepuk tangan tanda permainan siap dimulai. Marni masih terus mengulum dua kontol dihadapannya
dibimbing keluar masuk dua-duanya kemulut dan diisepnya kuat-kuat sambil dikocok pangkal kontol
dengan pelan kemudian semakin cepat..emhm..emhm..ciapck..ciapck..Marni sangat menikmatinya bagai
anak kecil ngisep permen dan tak mau melepaskannya sebelum habis. Baru 8 menit, Ough..mas aku
kelihatannya duluan..kutarik kontolku dan kukocok sendiri secepatnya..sini Ded jangan dibuang,
kata Marni sambil membuka mulutnya lebar-lebar.., iya Mar..abisin nih..langsung kutancapkan
kontolku di mulutnya dan crot-crot..maniku sebagian besar masuk ketenggorokanya, hanya sedikit
yang ada diluar mulutnya, lalu kuusap-usapkan ke seluruh wajah. Disamping Marni mas Edi kelihatan
sedang mempercepat kocokannya bergerak menuju mulut Marni, tetapi belum sampai..aduh Mar aku
keluar nich..croot.. maninya bertebaran dimulut dan wajah Marni, kontol mas Edi ditarik kemulut
rupanya dia tidak mau kehilangan seluruh mani mas Edi. Aku membantu mengusap mani yang bertebaran
dimuka menuju mulut Marni..enak Mar,tanyaku.., amis, lengket, tapi gurih, katanya sih banyak
vitamin alaminya..mau coba..?
Kami istirahat tiduran setelah minum minuman pemulih stamina, Marni berada ditengah-tengah, aku
dan mas Edi menciumi pipi+toket, mengelus-elus tubuh, jembut dan memeknya, dan membelai rambutnya
dengan kesabaran dan kemesraan. Marni tampak tersenyum bahagia mendapat perlakuan seperti ini
sementara tangannya juga dengan lembut membelai-belai kontol kami, aduh mas.. kalau tahu enaknya
bermain bertiga seperti ini aku ingin Dedie tinggal bersama kita,..kan bisa main tiap hari.!!
Enak aja.., kalau anak kita tahu bagaimana, mendingan kalau kita lagi ingin, kan bisa datang
kesini ajak Dedie atau Dedie suruh datang ke Jakarta, kamu mau kan Ded ? tanya mas Edi. Wah bagai
mana aku bisa menolak, aku sangat setuju dan pasti aku mau., jawabku. 10 menit kemudian Marni
bangkit dan memandang kami, siapa duluan nich...? Dedie aja, aku kan udah tadi, kata mas Edi.
Langsung saja Marni melangkah ngangkang di pangkuanku dengan posisi memek tepat diujung kontolku,
kuperhatikan memeknya masih basah ada cairannya dan kontolku dipegangnya dituntun menuju belahan
dipangkal kedua kakinya dan pelan-pelan aku merasakan kontolku masuk kesuatu gua lembab, hangat..
ouugh...nikmaaat sekali memekmu Maar.., pelan-pelan duluu dong biar kontolku bisa menyesuaikan
dengan memekmu, aku takut cepat keluar, pintaku. Marnipun mau mengerti keadaan ini dan memperlam-
bat gerakan naik turunnya, sehingga aku bisa mengatur nafas dan konsentrasi kekontolku agar bisa
menahan ejakulasi. Oke Ded..akupun nggak ingin cepat selesai, kalau bisa semalaman, iya kan mas..
kata Marni sambil meraih kontol mas Edi yang sudah berada didepan mulutnya..ehm. Yap..ayo Mar..
enyot..terus..lebih kuat lagi Maar.., gimana Ded memek istriku nikmat kan. Pertanyaan itu tak
kujawab karena aku lupa diri merasakan memek Marni yang memang begitu nikmat hingga beberapa saat
kemudian mas Edi mencopot kontolnya dari mulut Marni. Mas Edi bergerak menuju belakang dan Marni
menelungkup melumat mulutku..ahh..aahh hebat bener Marni mempermainkan lidah dan bibirku, kadang-
kadang dia mencium dan menjilati telingaku membuat aku merinding geli dan nikmat, kedua toketnya
yang menggantung di atas dadaku kutarik-tarik nipplenya, ough..terus Ded begitu eunack, kata dia
Kulihat mas Edi dibelakang ternyata sibuk menepuk-nepuk pantat Marni dan menjilati lobang anus yang
ada ditengah-tengah pantat itu, saat lobang itu dijilat aku merasakan memek Marni mengempot-empot
kontolku sambil menjerit aahh..aahh nikmat mas..lagii..jilat.. dan mas Edipun begitu nafsunya
menjilat lobang itu tanpa rasa risih. Selanjutnya mas Edi berdiri dengan kedua lututnya membidik
lobang anus dengan kontolnya yang terlebih dibasahi dengan liurnya, saat kontol menempel dimulut
anus..kamu siap Maar..? Belum Marni sempat menjawabnya mas Edi sudah mendorong kontolnya hingga
masuk separo..auugh, pelan-pelan..mas.., jerit Marni agak kesakitan, aku pikir anus Marni
masih sempit belum terbiasa dimasukin. Mas Edi terus mengocok anus Marni sedikit demi sedikit,
hingga seluruh batang kontolnya bisa lancar keluar masuk. Kurasakan sodokan kontol mas Edi sampai
dalam memek Marni dan membuat empot-empotnya semakin kuat. Ouugh.. nikmat..mas aku sampai susah
mengambil nafas mas..terus..pelan aja..jangan cepet keluar mas..Deeeed..ouugh..niikmatt, begi
tu kata-kata Marni yang bisa keluar. Hingga dalam waktu yang agak lama kemudian mas Edi sambil
tersenyum tanya padaku, gimana capek enggak memangku istriku, ganti posisi ya.. Mas Edi mencopot
kontolnya kemudian terlentang disampingku, Ayo Mar..gantian tak pangku.. Marnipun mencopot memek
dari kontolku kemudian melangkah ngangkang membelakangi mas Edi dan dengan cepat kontol mas Edi
dimasukkan ke memeknya, ough..aahh..ouugh..Marni bergerak naik turun sepertinya kontol mas Edi
adalah peer yang empuk. Sesaat kemudian Marni merebahkan tubuhnya kedada mas Edi, aku hanya meli-
hat kontol dan memek yang keluar masuk, tapi aku sangat terkesan dengan pemandangan ini, memek
Marni yang berjembut hitam lebat menyembulkan itil merah jambu yang cukup besar akibat terdorong
kontol. Ded kamu mau njilatin itilku kan..ayo..tolong Ded..please.. rintih Marni. Iya Ded..aku
ingin kamu ngeyot itil istriku..please..tambah mas Edi. Aku ragu-ragu melakukannya, aku mende-
kati selakangan mereka dan ketika Marni mengangkat kakinya keatas, ngangkang lebar-lebar aku sema
kin ingin mendekatinya, akhirnya mulutku sampai juga ke itil Marni. Kusedot, kugelitik dan kuji-
lati itilnya sehingga Marni menggelinjang-linjang, kepalanya berputar tak tentu arah karena geli
nikmat. Tak lama aku merasa geli juga karena didalam memek yang itilnya aku jilat terdapat kontol
mas Edi. Akhirnya mas Edi memutuskan menyuruhku untuk mengambil posisi ngangkang berdiri dengan
kedua lutut melangkah di atas kedua kaki mas Edi yang selonjor, aku disuruh mendorong kedua kaki
Marni keatas dan mengarahkan kontolku ke memek yang masih terisi kontol itu. Gila kamu mas.. apa
istrimu nanti tidak kesakitan..? tanyaku agak bingung. Santai aja..elastis kok memek istriku, buktinya bayi yang diameter lebih dari 10cm bisa lewat sini...!
kami juga baru kali ini akan melakukannya iya kan ma..,kata mas Edi yang dijawab anggukan Marni
ragu-ragu. Kumasukkan batang kontolku dikit demi sedikit, pelan-pelaan..kutarik..kudorong..begitu
berulang-ulang hingga menjadi lancar kedua kontol kami mengobok-obok. yes..ternyata nikmat banget
kamu sakit enggaak Mar..? Yeah..nikmat Ded..memekku terasa penuh sesak..gesekanmu lebih terasa sekali..
gimana kamu mas..? Ouugh..ternyata nikmat sekali..jangan keburu ya..santai..nikmati teruuss..!
Posisi itu kami lakukan dalam waktu yang cukup lama, sebab jika akan keluar kami berhenti
istirahat dengan posisi kontol masih menancap. Dan sampai suatu saat yang sudah tak bisa ditahan
lagi aku merasa akan konak bareng dengan mas Edi, gimana Mar..aku mau keluar..? Masukkan aja
semua aku kan sedang aman, lagian aku sangat ingin dalam memekku mendapat semprotan dua kontol
sekaligus, jawab Marni dan ..ouugh..Maarr..sekaarang..croot..semburan mani hangat kami masuk di
memek, Marni menjerit menahan sodokan batang kontol kami yang melesak sampai kepangkalnya.
Akhirnya kami terkulai lemas disamping kanan kiri, kutahu Marni masih sempat menadah mani dengan
tangan dari memeknya untuk dimasukkan ke mulut dan diusap-usapkan dibibir dan hidungnya..haruum..
segaar..desisnya.
Tak terasa kami tertidur dan saat aku terbangun kurasakan kontolku sudah dilahap Marni sambil
mengocok mas Edi. Kami melakukannya lagi sampai pagi, dan siangnya aku mengantar mereka keliling
Jogja. Hanya sampai disitu pengalaman sex ku yang terjadi 3 Juli 2005 dengan mereka, karena mereka
malam harinya harus pulang ke Jakarta. Entah kenapa mereka sampai saat ini tidak pernah
menghubungiku, sedangkan aku sering berhayal bisa melakukannya lagi, tapi aku malu menghubunginya
meskipun aku punya no. hpnya, sebab aku hanya berani diajak bukannya mengajak.


